Cara Mengetahui Madu Asli

Cara mengetahui Madu asli atau palsu:

1. Campurkan 4 tetes Yodium Tincture ke dalam 25 tetes madu kemudian kocoklah sampai merata. Bila warnanya berubah menghitam dipastikan medu tersebut PALSU yang terbuat dari gula.
Sedangkan yang ASLI warna madu tetap seperti semula atau menjadi gelap kemerah-merahan

2. Aduklah sampai rata 3 sendok madu dalam segelas air biarkan selama beberapa waktu. Bila terdapat endapan butiran yang berwarna hitam maka madu tsb PALSU. Madu ASLI akan terlihat endapan butiran berwarna coklat muda (kekuning-kuningan)
.

3. Panaskan ½ (setengah) sendok makan madu diatas lilin, bila madu ASLI setelah mendidih ia akan berbuih banyak dan akan tumpah. Madu PALSUbuihnya kecil-kecil dan tidak tumpah

4. Kocok madu murni dalam botol tidak terisi penuh selama 2 menit. Madu ASLI akan terdapat butiran gelembung merata secara keseluruhan madu ASLI akan menjadi lebih muda (agak putih). Dan stelah dibiarkan beberapa waktu madu akan berubah kembali ke warna seperti semula dengan tetap berbuih.

AWAS! 2 Anggapan yang keliru:

1. Semut tidak suka madu

2. Madu Asli tidak membeku dalam kulkas
Faktanya:

1. Semut sangat suka dengan madu. Madu yang tidak didatangi semut justru biasanya karena kadar airnya tinggi.

2. Madu asli adalah merupakan zat cair kental yang mengandung air 17-25%, dan tentu semua air murni akan membeku dalam suhu 00 C. Kalau ada madu yang tidak membeku minimal selama 7 hari maka dipastikan madu tersebut telah mengandung ZAT KIMIA ANTI BEKU yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Rahasia Kehebatan Madu yang Terungkap oleh Kedokteran Modern
Berikut majalah-majalah kedokteran yang terpercaya, penulis akan mengutip sebagiannya sebagai berikut :

1. Bakteri Tidak Mampu Melawan Madu
Demikian judul sebuah artikel yang dipublikasikan di Majalah Dis Lancet Infect, bulan Februari 2003 M. Dalam artikel ini, Dr. Dixon menegaskan adanya kekuatan besar di dalam madu yang mampu mengalahkan bakteri, di mana bakteri-bekteri itu tidak mampu bertahan di hadapan madu. Penulis menganjurkan untuk menggunakan madu dalam mengobati berbagai jenis luka, termasuk luka bakar.

2. Penggunaan Madu Sebagai Antiluka
Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan dalam Majalah Ann Plast Surg, bulan Februari 2003 M, dilakukan penelitian terhadap 60 pasien berkebangsaan Belanda yang terkena luka dalam, yang bermacam-macam, meliputi luka-luka menahun (21 pasien), luka-luka kompleks (23 pasien), dan luka-luka memar yang parah (16 pasien).
Para peneliti menyatakan bahwa penggunaan madu mudah dilakukan bagi semua pasien, kecuali satu orang, membantu pembersihan luka,dan tidak terjadi efek samping apa pun dari penggunaan madu dalam pengobatan luka-luka tersebut.
3. Madu dan Luka Bakar
Dalam rubrik Luka Bakar majalah Durns tahun 1996 M, telah dipublikasikan sebuah artikel tentang penggunaan madu untuk pengobatan luka bakar. Artikel tersebut menganjurkan penggunaan madu untuk luka bakar.

4. Antara Madu dengan Infeksi Lambung (Maagh)
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Majalah Pharmacolres tahun 2001 M, para peneliti menyatakan bahwa madu bisa membantu pengobatan infeksi lambung. Para peneliti juga melakukan penelitian lain tentang pengaruh madu alami terhadap bakteri yang terbukti bisa menyebab-kan terjadinya tukak lambung atau infeksi lambung, yang dikenal dengan sebutan bakteri pylori. Diperoleh kejelasan bahwa pemberian cairan madu dengan konsentrasi 20 % bisa melemahkan bakteri tersebut di piring percobaan. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Majalah Tropgastroent tahun 1991M.

5. Madu bisa menurunkan kadar gula di dalam darah para pengidap penyakit diabetes. Bukti-bukti menguatkan bahwa di dalam madu terdapat unsur oksidan yang menjadikan asimilasi gula lebih mudah di dalam darah, sehingga kadar gula tersebut tidak terlihat tinggi.
Semoga bermanfaat.
Source : Forum.meremmelek.net.